Ditahun Baru …..
Detik demi detik dinanti, menunggu pergantian waktu terjadi.
Jantung berdegap dan terompet digenggam erat untuk ditiup panjang.
Mata memandang ke awan, menanti kemilau kembang api yang menawan. Mulut tersenyum tatkala mendengar dentuman petasan pecah beriringan. Tak peduli berapa rupiah yang harus dikeluarkan …. Asalkan …. Hati senang.
Nun jauh di negeri seberang, terdapat negara yang telah terlupakan.
Masjid Al Aqsa-Palestina, tempat kiblat pertama Umat Islam dalam ancaman keruntuhan.
Beberapa mata nanar memandang ke awan melihat kilatan bom curah diterjunkan.
Kemudian mulut akan terkatup dan terdengar tangisan bocah tak berdosa.
Juga Harta merekapun luluh lantak tak tersisa.
Meneteslah air mata dari hati orang yang masih mempunyai rasa perikemanusiaan.
Lihatlah sebuah ironi …..
Kita tertawa berbahagia menikmati malam tanpa peduli dana yang dikeluarkan. Saudara kita terjajah dan menangis serta mengharapkan bantuan dana. Kita keluarkan dana lebih dari Rp. 100.000,- untuk tahun baru bahkan mengajak teman untuk patungan bersama …. Tapi … untuk saudara kita yang terjajah … kita hanya berkenan tidak lebih dari Rp. 10.000,- dan enggan mengajak teman untuk patungan membantu saudara yang membutuhkan.
Terjadi serangan mendadak oleh sekelompok orang yang meminta perhatian dunia. Mereka merasa diperlakukan tidak adil dan dunia harus melihatnya. Serangan singkat mereka menewaskan sekitar 125 orang. Dunia segera mengutuk dan dengan cepat menawarkan bantuan militer serta bantuan kemanusiaan. Dunia cepat merespon dan memberi para penyerang dengan gelar teroris.
Di Gaza, Palestina …..
Terjadi serangan mendadak dan membabi buta oleh para pembunuh nabi-nabi. Mereka merasa punya kuasa dan bangga menyebut dirinya ZIONIS
Padahal dahulu, … di Kamp Pengungsi Shabra dan Shatila – Palestina, mereka juga membunuh lebih dari 1.000 orang dan dunia bungkam, Kini... telah melupakannya .....
Sebuah Ironi … dua buah tragedi kemanusian mendapat perlakuan berbeda.
Di PBB ....
Ketika
Tapi kini … Ketika Zionis
Dimanakah hancurnya hati nurani ….?
Tragedi kemanusiaan terjadi dan kita tidak peduli …..
Padahal mereka adalah saudara kita sehati ….
Dan Jangan Lupa …. Kita akan mati ….Sudahkah kita berbuat sesuatu yang berarti ???
