Minggu, 04 Januari 2009

Sebuah Ironi di awal tahun ....

Ditahun Baru …..

Detik demi detik dinanti, menunggu pergantian waktu terjadi.
Jantung berdegap dan terompet digenggam erat untuk ditiup panjang.
Mata memandang ke awan, menanti kemilau kembang api yang menawan. Mulut tersenyum tatkala mendengar dentuman petasan pecah beriringan. Tak peduli berapa rupiah yang harus dikeluarkan …. Asalkan …. Hati senang.

Nun jauh di negeri seberang, terdapat negara yang telah terlupakan.
Masjid Al Aqsa-Palestina, tempat kiblat pertama Umat Islam dalam ancaman keruntuhan.
Beberapa mata nanar memandang ke awan melihat kilatan bom curah diterjunkan.
Kemudian mulut akan terkatup dan terdengar tangisan bocah tak berdosa.
Juga Harta merekapun luluh lantak tak tersisa.
Meneteslah air mata dari hati orang yang masih mempunyai rasa perikemanusiaan.

Lihatlah sebuah ironi …..

Kita tertawa berbahagia menikmati malam tanpa peduli dana yang dikeluarkan. Saudara kita terjajah dan menangis serta mengharapkan bantuan dana. Kita keluarkan dana lebih dari Rp. 100.000,- untuk tahun baru bahkan mengajak teman untuk patungan bersama …. Tapi … untuk saudara kita yang terjajah … kita hanya berkenan tidak lebih dari Rp. 10.000,- dan enggan mengajak teman untuk patungan membantu saudara yang membutuhkan.

Di Mumbai, India …..

Terjadi serangan mendadak oleh sekelompok orang yang meminta perhatian dunia. Mereka merasa diperlakukan tidak adil dan dunia harus melihatnya. Serangan singkat mereka menewaskan sekitar 125 orang. Dunia segera mengutuk dan dengan cepat menawarkan bantuan militer serta bantuan kemanusiaan. Dunia cepat merespon dan memberi para penyerang dengan gelar teroris.

Di Gaza, Palestina …..

Terjadi serangan mendadak dan membabi buta oleh para pembunuh nabi-nabi. Mereka merasa punya kuasa dan bangga menyebut dirinya ZIONIS ISRAEL. Serangan mereka telah lebih dari 13 hari dan telah menewaskan lebih dari 750 orang. Dunia hanya mengutuk, tidak memberi bantuan militer bahkan memblokir bantuan kemanusiaan. Dunia lamban merespon dan enggan memberi gelar ZIONIS ISRAEL sebagai teroris...

Padahal dahulu, … di Kamp Pengungsi Shabra dan Shatila – Palestina, mereka juga membunuh lebih dari 1.000 orang dan dunia bungkam, Kini... telah melupakannya .....

Sebuah Ironi … dua buah tragedi kemanusian mendapat perlakuan berbeda.

Di PBB ....
Ketika Iran melakukan pembelaan diri terhadap kekayaan negaranya sendiri, DK PBB cepat mengeluarkan resolusi ...

Tapi kini … Ketika Zionis Israel membantai manusia di Palestina … DK PBB sangat amat lamban mengeluarkan sebuah resolusi …. Sungguh suatu ironi ….

Dimanakah hancurnya hati nurani ….?

Tragedi kemanusiaan terjadi dan kita tidak peduli …..

Padahal mereka adalah saudara kita sehati ….

Dan Jangan Lupa …. Kita akan mati ….Sudahkah kita berbuat sesuatu yang berarti ???

Selasa, 30 Desember 2008

Renungan Akhir Tahun : JUST ONE WAY TICKET..!!!

"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh, dan sehat menasehati supaya mentaati kebenaran, dan sehat menasehati supaya menetapi kesabaran".
Sebagai makhluk yang bersifat fana, kita dibatasi oleh dimensi ruang dan waktu. Suatu ketika drama kehidupan yang kita lakoni, apapun yang kita perankan dalam kehidupan ini, baik sebagai seorang pemimpin, pejabat atau rakyat biasa semuanya akan berakhir sesuai dengan skenario yang telah ditentukan oleh Allah swt.
Dan bila waktu itu telah tiba, dan pasti, kita akan meninggalkan dunia ini, dan ........
Ketika kita meninggalkan dunia ini menuju kedunia yang lain, ibaratnya seperti sebuah perjalanan menuju kesuatu negeri.
Dimana keterangan tentang negeri tersebut tidak akan ditemukan dalam brosur yang dikeluarkan oleh biro perjalanan, tetapi dijelaskan didalam Al-Quran dan Hadist.
Dimana pesawat yang akan ditumpangi dan yang akan menghantarkan kita bukanlah pesawat Garuda Indonesia atau Saudi airlines, tetapi Keranda Jenazah.
Barang bawaan kita tidak dibatasi hanya 23 kg. tapi untuk perjalanan ini berapapun berat dan banyaknya amal perbuatan kita. Kita tidak akan ditagih atas kelebihan barang bawaan. Semuanya gratis berkat kemurahan Sang Pencipta.
Pakaian yang dikenakan bukanlah stelan jas yang mahal buatan Piere Cardin atau sejenisnya, tetapi kain kafan putih tanpa jahitan.
Parfum yang dipakai bukanlah buatan Channel atau Shalimar, tetapi kampar dan air mawar.
Passport kita bukan passpor dinas, diplomatik atau paspor haji, tetapi Al-Islam.
Kemudian visa masuk tidak dibatasi selama 6 bulan, tetapi visa bebas tanpa batas dengan stempel 'Laila haillallah'.
Pramugari yang melayani bukanlah gadis cantik dengan senyuman menawan, tetapi malaikat Izrail
Pelayanan selama penerbangan bukanlah di kelas business atau ekonomi tetapi ambulan limosin atau truk sampah, tergantung bagamaiana prilaku kita semasa hidup.
Tujuan kita bukanlah Jeddah International Terminal tetapi Qabarastaan atau TPU.
Bandara yang menjadi tempat transit kita adalah Alam Barzakh.
Ruang tunggu bukanlah ruangan berhamparkan karpet yang ber AC, tetapi ruang gelap dengan luas 1.5 x 2 m yang bernama Kuburan.
Petugas Immigrasi yg memeriksa bukanlah petugas imigrasi dari Kerajaan Saudi tetapi malaikat Munkar dan Nakir.
Dan tidak diperlukan pengeledahan barang bawaan oleh Petugas Bea dan Cukai atau detector.
Tujuan akhir kita apakah Surga dimana dibawahnya sungai mengalir, atau sebaliknya, tergantung amal yang kita bawa.
Kita tidak perlu membayar untuk perjalanan tersebut, karena gratis. Jadi kartu ATM, credit card and tabungan anda tidak diperlukan lagi.
Jangan khawatir Pesawatnya akan dibajak karena terroris Amerika tidak ada disana.
Makanan tidak dihidangkan dalam penerbangan ini, karena itu tidak perlu risau memikirkan makanan halal atau haram.
Tidak perlu pusing memikirkan tempat untuk bersandar, karena tubuh kita telah terbujur kaku.
Jangan khawatir penerbangan akan ditunda, karena jadwal penerbangan selalu tepat waktu, baik berangkat maupun tibanya.
Jangan pikirkan tentang hiburan selama penerbangan karena kita sudah tidak memiliki cita rasa lagi.
Tak perlu dirisaukan mengenai booking untuk perjalanan ini, karena sudah dibookingkan sejak kita dalam masih kandungan ibu kita.
Tak perlu dipikirkan siapa yang akan duduk disebelah kita. Karena kita satu-satunya penumpang disana. Nikmati perjalanan tsb, sekiranya jika bisa menikmatinya.
Satu hal yang perlu di ingat, bahwa jadwal perjalanan ini tidak akan diberitahukan sebelumnya. Persoalannya, apakah kita sudah siap untuk itu ?
Masing-masing kita pasti akan menempuh perjalanan tersebut, dan setiap orang akan diberikan tiket gratis untuk satu kali perjalanan (one way ticket), yakni perjalanan yang tidak akan pernah kembali lagi.

Senin, 29 Desember 2008

Orang tua bisa durhaka ???

HIKMAH KATA
Rayulah aku dan aku mungkin tak mempercayaimu. Kritiklah aku dan aku mungkin tak menyukaimu. Acuhkan aku dan aku mungkin tak memaafkanmu. Semangatilah aku dan mungkin aku takkan melupakanmu (William Arthur).

HIKMAH SEKITAR KITA
Suatu ketika ada seorang anak lelaki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku dipagar belakang setiap kali dia marah

Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah … lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarah daripada memaku paku ke pagar.

Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian ayahnya mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap kali dia tidak marah.

Hari hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya. Lalu sang ayah menuntun anaknya ke pagar …
“Hmmm.., kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi lihatlah lubang lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama dengan sebelumnya. Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini … di hati orang lain”

Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang lalu mencabut pisau itu … tetapi tidak peduli beberapa kali kamu meminta maaf, luka itu akan tetap ada dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik.

OPINI PRIBADI
Kalo ada anak durhaka, sebenarnya ada juga orangtua yang durhaka. Loh … kok bisa???
Ya … bisa saja … mengapa tidak???

Anak dikatakan durhaka karena sang anak tidak memberikan hak-hak orang tua seperti penghormatan, kemuliaan dan lain lain, begitu juga dengan orang tua bisa dikatakan durhaka bila hak-hak anak tidak diberikan seperti pemberian nama yang baik, perlindungan dan lain lain.

Terkadang … orang tua selalu memberikan label “durhaka” kepada sang anak yang tidak patuh dan menurut kepada kehendak orang tua padahal dalam kaedah agama anak dapat menolak perintah orang tua dengan cara yang baik bila perintah tersebut mengandung larangan dalam agama, mengancam keselamatan jiwa serta kehormatannya.

Pada saat ini, banyak orang tua menyuruh anaknya (terutama anak gadis) untuk menjadi seorang pelacur demi menyelamatkan ekonomi rumah tangga. Bila menolak … dikatakan (bahkan terkadang didoktrin) bahwa anak tersebut adalah anak durhaka karena tidak patuh terhadap orang tua dan bila menuruti (walau hati kecilnya menolak) dikatakan bahwa anak tersebut adalah anak yang berbakti kepada orangtuanya.
Padahal peran mencari rezeki yang halal adalah peran seorang ayah bahkan dikatakan dalam suatu hadist bila seorang ayah wafat dalam niat mencari rezeki yang halal untuk keluarganya maka dikategorikan Syahid. Sang Ibu juga berperan mendidik anaknya agar anak tersebut terbentuk dan berguna serta berperan dalam kebajikan, Bila sang ayah wafat maka tanggung jawab mencari rezeki tersebut tetap berada pada pundak orang tuanya yaitu Ibu (Oleh karena itu Rasulullah SAW sampai mengatakan 3 kali ketika ada seorang anak menanyakan siapakah orang yang harus dihormati yaitu ibumu … ibumu … ibumu baru ayahmu)

Doktrin mengenai anak yang berbakti adalah anak yang harus menuruti seluruh perintah orang tua seharusnya tidak dipersempit sehingga menempatkan perintah orangtua diatas perintah agama (apalagi perintah tersebut bertentangan dengan norma agama).
Simaklah sepenggal kisah yang pernah terjadi di zaman Umar bin Khattab r.a. ketika seorang anak dapat melakukan protes terhadap sikap orang tuanya ….

“Seorang lelaki datang menghadap Amirul Mukminun, Umar bin Khattab radhiallahu anhu. Ia melaporkan kepada Rasulullah tentang kedurhakaan anaknya. Khalifah Umar lantas memanggil anak yang dikatakan durhaka itu dan mengingatkannya terhadap bahaya durhaka pada orang tua. Saat ditanya sebab kedurhakaannya, anak itu mengatakan
“Wahai Amirul Mukminin tidakkah seorang anak mempunyai hak yang harus ditunaikan oleh orang tuanya?” “Ya” jawab Khalifah. “Apakah itu?” tanya anak itu. Khalifah menjawab. “Ayah wajib memilihkan ibu yang baik buat anak-anaknya, memberi nama yang baik dan mengajarinya Al Qur’an.” Lantas sang anak menjawab, “Wahai Amirul Mukminin. Tidak satupun dari tiga perkara itu yang ditunaikan ayahku. Ibuku Majusi, namaku Ja’lan, dan aku tidak pernah diajarkan membaca Al Qur’an.
Umar bin Khatab menoleh kepada ayah dari anak itu dan mengatakan, “Anda datang mengadukan kedurhakaan anakmu, ternyata Anda telah mendurhakainya sebelum ia mendurhakaimu. Anda telah berlaku tidak baik terhadapnya sebelum ia berlaku tidak baik terhadap Anda.”

Jadi …. Kata “Durhaka” bukan hanya milik para anak tetapi orang tua yang tidak menunaikan hak-hak anak maka dapat dikatakan “Orang Tua Durhaka…!!!”

Kamis, 11 Desember 2008

Anak adalah sebuah cemin

HIKMAH KATA
Jika anak banyak dicela ….. Ia akan terbiasa menyalahkan
Jika anak banyak dimusuhi ….. Ia akan terbiasa menentang
Jika anak banyak dihantui ketakutan ….. Ia akan terbiasa merasa cemas
Jika anak banyak dikasihani ….. Ia akan terbiasa meratapi nasibnya
Jika anak banyak dikelilingi olok-olok ….. Ia akan terbiasa menjadi pemalu
Jika anak banyak dikelilingi rasa iri ….. Ia akan terbiasa merasa bersalah

Jika anak banyak dimengerti ….. Ia akan terbiasa menjadi penyabar
Jika anak banyak diberi dorongan ….. Ia akan terbiasa percaya diri
Jika anak banyak dipuji ….. Ia akan terbiasa menghargai
Jika anak banyak diterima oleh lingkungannya ….. Ia akan terbiasa menyayangi

Jika anak tidak banyak dipersalahkan ….. Ia akan terbiasa senang menjadi dirinya sendiri
Jika anak mendapat pengakuan dari kiri kanan ….. Ia akan terbiasa menetapkan arah langkahnya.
Jika anak diperlakukan dengan jujur ….. Ia akan terbiasa melihat kebenaran
Jika anak ditimang tanpa berat sebelah ….. Ia akan terbisa melihat keadilan
Jika anak mengenyam rasa aman ….. Ia akan terbiasa mengandalkan diri
Jika anak dikerumuni keramahan ….. Ia akan terbiasa berpendirian : “ Sungguh Indah Dunia ini”
(Dorothy Low Nolte , “Children learn what they live with”)

HIKMAH SEKITAR KITA
Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dia bertanya kepada Tuhannya

“Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup disana, saya begitu kecil dan lemah?”
Tuhan menjawab “AKU telah memilih satu malaikat untukmu, ia akan menjaga dan mengasihimu”

“Tetapi disini, didalam Surga, apa yang pernah saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya untuk bahagia”
“Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih bahagia”.

“Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka?”.
“Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah dan pernah kamu dengar dan dengan penuh kesabaran dan perhatian, dia mengajarkan bagaimana cara berbicara”.

“Apa yang saya lakukan saat saya ingin berbicara kepada-MU?”
“Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara berdoa”.

“Saya mendengar bahwa dibumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungiku?”.
“Malaikatmu akan melindungimu walaupun hal itu akan mengancan jiwanya”.

“Tapi saya pasti akan merasakan sedih karena tidak melihat-MU lagi”
“Malaikat,u akan menceritakan padamu tentang-KU dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-KU walaupun sesungguhnya AKU akan selalu berada disisimu”.

Saat itu surga begitu tenang sehingga suara dari bumi dapat terdengardan sang bayi bertanya perlahan …
“Tuhan…, jika saya harus pergi sekarang…,bisakah Engkau memberitahu nama malaikat tersebut?”
………..”Kamu akan memanggil malaikatmu ……. IBU”

OPINI PRIBADI
Anak merupakan karunia dari_NYA yang sangat dinanti oleh setiap pasangan yang telah berkomitmen dalam ikatan-NYA dan sudah menyatakan kesiapan untuk diberi amanah itu.
Amanah yang nantinya akan diminta pertanggungjawaban dihari kemudian, bisa menjadi lading amal shaleh orang tuanya atau mungkin menjadi batu sandungannya kelak.
Baik buruknya anak tergantung dari hasil proses daya upaya orang tua terhadap mereka karena anak merupakan cermin dari diri orang tua sebenarnya.

Cermin itu … dapat memperlihatkan kuat atau lemahnya komitmen orang tua antara perkataan dan perbuatan yang dilakukan. Sering orang tua melarang dan mengharapkan anaknya tidak melakukan perbuatan yang buruk (misal:merokok) tetapi orang tua menampakkan kebohongan didepan mata mereka sehingga dapat dianggap orang tua tidak jujur terhadap dirinya dan tidak bersungguh sungguh menginginkan dirinya menjadi lebih baik.

Cermin itu … juga memperlihatkan kesungguhan orang tua akan harapannya dengan mendekatkan diri kepada-NYA agar mereka dapat lebih baik. Terkadang kondisi dan situasi yang tidak dapat dirubah membuat orang tua tidak mempunyai sarana dan prasarana untuk menjadikan mereka lebih baik…. Terkadang …. Dalam realitanya kita pernah mendengar dan melihat bagaimana orang tua yang serba berkekurangan dapat memiliki seorang anak yang shaleh, cerdas, kuat, berkarakter dan lebih penting lagi … dapat memberikan kontribusi ke masyarakat.

Cermin itu … juga memperlihatkan seberapa kuat orang tua dapat menjaga amanah sesuai dengan tuntunan-NYA. Proses dalam menjaga amanah itu, sedikit banyak… juga dapat mempengaruhi faktor kejiwaan didalam diri anak. Orang tua yang tidak bisa menjaga apa yang diberikan anaknya itu terjamin halal (selain baik) maka secara tidak langsung dapat mempengaruhi faktor kejiwaan yang dapat menyusahkan orang tuanya atau membuat rumah tangga hancur berantakan…..

Oleh karena itu …..
Orang tua harus berkomitmen terhadap dirinya untuk dapat menjadi lebih baik, berkomitmen terhadap apa yang diucapkan akan diterapkan pada dirinya sehingga orang tua dijadikan teladan atau idola dalam keluarga. Mereka tentunya tidak akan mencari cari idola lain karena idola mereka dekat dengan dirinya.

Orang tua harus pula semakin menggantungkan harapan dan perlindungan kepada-NYA, Sang Maha Kuasa. Hal ini juga untuk menghancurkan rasa sombong dalam diri orang tua bahwa anak hebat semata mata dikarenakan dari usaha orang tua semata.

Orang tua harus berjuang untuk berikhtiar untuk memperoleh rezeki yang halal dan baik. Bukankah bila orang tua meninggal dalam niat tersebut dikategorikan meninggal dalam keadaan syahid?

Anak laki laki maupun perempuan pada prinsipnya adalah sama, karena nilai dalam proses menjaga amanah itu adalah sama. Tentu… orang tua mengharapkan ….. anaknya menjadi pribadi yang shaleh, cerdas, kuat, berkarakter dan berguna bagi sesama.

Harapan itu bisa saja terwujud tetapi sebagai orang tua …. Sudahkah kita memberi hak mereka sebagai anak? Dan tahukah kita….. hak hak yang seharusnya mereka peroleh dari orang tuanya?

Semoga …. Kita sudah tahu hak mereka dan telah memberikan hak hak mereka ……

Selasa, 09 Desember 2008

Keluarga, Cinta dan Surga

HIKMAH KATA
Jangan lihat Masa Lampau dengan Penyesalan, Jangan pula lihat Masa Depan dengan Ketakutan, tapi Lihatlah sekitarmu dengan penuh Kesadaran. (James Thurber).

HIKMAH SEKITAR KITA
Alkisah disuatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak seperti; Cinta, Kesedihan, Kegembiraan, Kekayaan dan lain sebagainya.
Namun suatu ketika, datanglah badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki Cinta.

Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu. “Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!” teriak Cinta. “Aduh maaf Cinta” kata Kekayaan, “Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini”.

Lalu Kekayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya. “Kegembiraan! Tolong aku!” teriak Cinta. Namun Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta.

Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik. Tak lama lewatlah Kecantikan. “Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!” teriak Cinta. “Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut, nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini” sahut Kecantikan.

Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak isak. Saat itu lewatlah Kesedihan. “Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu”, pinta Cinta. “Maaf Cinta, aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja…” kata kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, “Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!” Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat Cinta naik perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.

Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi. Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang telah menyelamatkannya. Cinta segera menanyakan kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu. “Oh, orang tua tadi? Dia adalah Waktu” kata orang itu. “Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan, teman teman yang telah mengenalku enggan menolongku” Tanya Cinta heran. “Sebab”, kata orang itu, “hanya Waktu lah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu….”

OPINI PRIBADI
Keluarga bagaikan sebuah team yang bekerja untuk menjalani tugas kehidupan dalam menggapai ridho ILLAHI.

Team akan kuat jika bekerja didasari atas ketulusan dan cinta sehingga dapat saling melengkapi kelemahan-kelemahan BUKAN saling membanggakan kelebihan-kelebihan. Biasanya bila telah saling membanggakan kelebihan-kelebihan maka hal tersebut mempunyai potensi persaingan yang pada akhirnya menimbulkan perpecahan.

Maka baru kita mengerti mengapa dalam kitab suci Al Quran mengatakan bahwa pasangan kita dikiaskan secara indah sebagai pakaian bagi pasangannya, ya…, sebagaimana fungsi pakaian adalah untuk menutupi kekurangan pasangannya dan diharapkan terbentuk suatu sinergi dalam proses perjalanannya.

Berbicara mengenai pasangan, Cintailah pasangan kita dengan menerima segala kekurangan dan kelebihannya. Bila kita mempertahankan cinta itu niscaya Cinta itu akan menyempurnakan diri menjadi Kasih Sayang.
Bila Kasih Sayang telah terjelma maka kelemahan kelemahannya akan kita tutupi dengan penuh perasaan ikhlas dan kelebihan kelebihannya tanpa kita sadari akan menutupi kelemahan kita.
Bila sudah demikian, bahtera keluarga tidak akan takut menghadapi masa depan dan tidak akan pula menyesali masa lalu. Tujuannya hanya satu …. Pulau Kebahagiaan …. Pulau Impian yang telah disepakati pada awal perjanjian untuk berlayar bersama.

Dan Dimana Pulau kebahagiaan itu…??? Pulau itu ada di tangan ke-Ridhoan-NYA. DIA akan memberi ridho kepada mahluk-NYA yang saling bekerjasama dengan keikhlasan dan berkasih sayang dengan penuh ketulusan. Sehingga … kebahagiaan dan kebersamaan itu akan terus diwujudkan pada dunia yang lebih indah dan lebih kekal ……. Di Surga-NYA….. dan Sang Waktu yang akan membuktikannya.